Mari lebih mengenal Autism pada anak: Ciri-ciri, Penyebab, Diagnosis, dan Penyembuhannya

Autisme merupakan istilah dari gangguan mental yang disebabkan oleh lambatnya perkembangan seseorang. Gangguan ini muncul pada masa anak-anak. Penderita autisme akan kesulitan untuk mempelajari keterampilan dasar. Misalnya seperti makan, mandi, dan bersosialisasi dengan orang lain.

Ciri-Ciri Penderita Autisme

Ciri-ciri autisme biasanya muncul pada usia 9-12 bulan.

Berikut beberapa ciri yang ditunjukkan anak-anak penderita.

  1. Kurang ekspresi wajah
  2. Kurang fokus
  3. Minimnya kemampuan berinteraksi
  4. Kesulitan berbicara
  5. Sulit mempelajari sesuatu
  6. Terobsesi pada sesuatu
  7. Melakukan gerakan atau mengucapkan sesuatu berulang kali
  8. Tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan

Penyebab Autisme

Belum diketahui pasti apa penyebab seseorang menderita autisme. Namun, faktor genetik diyakini membawa resiko paling besar terhadap autisme. Jika terdapat anak yang menderita autisme, kemungkinan saudaranya juga bisa menderita gangguan yang sama.

Selain itu, faktor lingkungan juga dinilai turut andil pada kemunculan autisme. Mulai dari infeksi virus, komplikasi saat kehamilan, hingga polusi lingkungan.

Diagnosis yang Dilakukan

Berbeda dari penyakit pada umumnya, autisme tidak bisa didiagnosis melalui tes darah maupun MRI. Namun, anak-anak yang diduga autis dianjurkan untuk mengikuti beberapa tes pemeriksaan. Tes tersebut terdiri atas pemeriksaan menyeluruh serta pemeriksaan perkembangan perilaku dan mental.

Karena kesulitan diagnosis, banyak anak-anak yang baru diperiksa setelah mereka cukup umur. Padahal, autisme haruslah diberikan perawatan secepat mungkin.

Oleh karena itu, para ahli menganjurkan orang tua untuk melakukan tes perkembangan anak. Tes ini dapat dilakukan sejak anak berusia sembilan bulan. Dan para orang tua harusnya lebih khawatir dengan perkembangan buah hati mereka jika dirasa ada yang berbeda.

Penyembuhan Anak Autis

Hingga saat ini, belum ada metode ataupun obat yang bisa menyembuhan autisme. Namun, terdapat banyak perawatan yang bisa mengatasi gangguan pada anak autis. Tentunya, perawatan-perawatan ini dilakukan oleh tim medis. Mulai dari ahli saraf, ahli kesehatan jiwa, ahli gangguan wicara dan bahasa, serta terapis okupasional.

Perawatan yang dilakukan terhadap anak autis berfokus pada perkembangan dan perilaku. Sebagai contoh, anak autis diberikan terapi untuk meningkatkan sikap-sikap positif. Selain itu, mereka juga dilatih untuk bisa berbicara dan bereaksi dengan sesuai. Melalui perawatan ini, diharapkan anak bisa mempelajari keterampilan-keterampilan lain yang membuatnya lebih mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *