Category: kesehatan

Macam-macam Anak Berkebutuhan Khusus

1. Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah seseorang yang memiliki penyimpangan, bisa berupa fisik, intelektual, interaksi dalam perkembangannya dibanding orang normal lainnya. Menurut Data Kemendikbud tahun 2015 memaparkan bahwa jumlah ABK di Indonesia sebesar 1,6 juta orang. Zaman dulu, setiap penderita ABK harus memasuki sekolah luar biasa (SLB).

Pemerintah dewasa ini telah berusaha untuk memberikan kesempatan yang sama bagi ABK untuk memperoleh ilmu di tempat yang sama dengan anak normal lainnya.

2. Macam-macam Anak Berkebutuhan Khusus

Penyimpangan yang dimiliki oleh penderita sebaiknya mulai disadari oleh orang normal lainnya, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri. Adapun macam-macam ABK, sebagai berikut:

  • Autisme

Anak autisme adalah anak yang menderita gangguan saraf di dalam otak sehingga perkembangan otak penderita lamban. Hal yang signifikan adalah anak autisme cenderung menyendiri karena mereka memiliki dunia mereka sendiri.

  • Tunanetra

Tunanetra adalah anak atau penderita yang memiliki masalah dalam penglihatannya. Tunanetra dapat menderita gangguan penglihatan sebagian atau secara total.

  • Tunarungu

Tunarungu adalah penderita yang kehilangan seluruh atau sebagian daya pendengaran. Penderita yang divonis menjadi tunarungu akan memiliki kesulitan secara lisan. Pasalnya penderita tidak mengetahui pelafalan yang benar.

  • Tunadaksa

Tunadaksa adalah penderita yang memiliki cacat pada anggota tubuhnya. Kelainan ini bisa berupa neuro-muskular atau struktur tulang yang berbeda dengan orang normal. Pada akhirnya tunadaksa memiliki keterbatasan dalam bergerak.

  • Tunagrahita

Tunagrahita adalah anak yang terhambat dalam perkembangan mental IQ yang dibawah rata-rata. Penderita tunagrahita akan sulit memahami pelajaran akademik dan membutuhkan waktu cukup lama untuk mempelajarinya.

  • Gifted

Gifted, artinya anak atau penderita ini mempunyai kecerdasan, kreativitas, dan tanggung jawab terhadap tugas yang sangat tinggi dibanding dengan anak-anak normal.

Mengenal Autis ! Ciri, penyebab, diagnosis dan penyembuhannya.

Mari lebih mengenal Autism pada anak: Ciri-ciri, Penyebab, Diagnosis, dan Penyembuhannya

Autisme merupakan istilah dari gangguan mental yang disebabkan oleh lambatnya perkembangan seseorang. Gangguan ini muncul pada masa anak-anak. Penderita autisme akan kesulitan untuk mempelajari keterampilan dasar. Misalnya seperti makan, mandi, dan bersosialisasi dengan orang lain.

Ciri-Ciri Penderita Autisme

Ciri-ciri autisme biasanya muncul pada usia 9-12 bulan.

Berikut beberapa ciri yang ditunjukkan anak-anak penderita.

  1. Kurang ekspresi wajah
  2. Kurang fokus
  3. Minimnya kemampuan berinteraksi
  4. Kesulitan berbicara
  5. Sulit mempelajari sesuatu
  6. Terobsesi pada sesuatu
  7. Melakukan gerakan atau mengucapkan sesuatu berulang kali
  8. Tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan

Penyebab Autisme

Belum diketahui pasti apa penyebab seseorang menderita autisme. Namun, faktor genetik diyakini membawa resiko paling besar terhadap autisme. Jika terdapat anak yang menderita autisme, kemungkinan saudaranya juga bisa menderita gangguan yang sama.

Selain itu, faktor lingkungan juga dinilai turut andil pada kemunculan autisme. Mulai dari infeksi virus, komplikasi saat kehamilan, hingga polusi lingkungan.

Diagnosis yang Dilakukan

Berbeda dari penyakit pada umumnya, autisme tidak bisa didiagnosis melalui tes darah maupun MRI. Namun, anak-anak yang diduga autis dianjurkan untuk mengikuti beberapa tes pemeriksaan. Tes tersebut terdiri atas pemeriksaan menyeluruh serta pemeriksaan perkembangan perilaku dan mental.

Karena kesulitan diagnosis, banyak anak-anak yang baru diperiksa setelah mereka cukup umur. Padahal, autisme haruslah diberikan perawatan secepat mungkin.

Oleh karena itu, para ahli menganjurkan orang tua untuk melakukan tes perkembangan anak. Tes ini dapat dilakukan sejak anak berusia sembilan bulan. Dan para orang tua harusnya lebih khawatir dengan perkembangan buah hati mereka jika dirasa ada yang berbeda.

Penyembuhan Anak Autis

Hingga saat ini, belum ada metode ataupun obat yang bisa menyembuhan autisme. Namun, terdapat banyak perawatan yang bisa mengatasi gangguan pada anak autis. Tentunya, perawatan-perawatan ini dilakukan oleh tim medis. Mulai dari ahli saraf, ahli kesehatan jiwa, ahli gangguan wicara dan bahasa, serta terapis okupasional.

Perawatan yang dilakukan terhadap anak autis berfokus pada perkembangan dan perilaku. Sebagai contoh, anak autis diberikan terapi untuk meningkatkan sikap-sikap positif. Selain itu, mereka juga dilatih untuk bisa berbicara dan bereaksi dengan sesuai. Melalui perawatan ini, diharapkan anak bisa mempelajari keterampilan-keterampilan lain yang membuatnya lebih mandiri.

Penyakit Jantung Bawaan

Congenital Heart Disease adalah kelainan pada struktur jantung yang dialami sejak bayi, bahkan sejak lahir.

KESEHATAN – CHD ini dapat membuat gangguan pada aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh & paru-paru dan dari seluruh tubuh ke jantung. Penderita penyakit jantung bawaan harus memperhatikan kondisi kesehatannya seumur hidup. Meski pernah di obati, namun hal ini hanya untuk mendeteksi gejala membahayakan sejak awal.

PENYEBAB PENYAKIT JANTUNG BAWAAN

Gangguan kesehatan yang satu ini terjadi karena adanya kegagalan pada proses pembentukan jantung pada saat janin masih ada di dalam kandungan.

Jantung manusia terbagi menjadi 4 bagian, serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Serambi kanan dan bilik kanan memiliki tugas untuk menerima darah dari seluruh tubuh yang akan dipompa ke paru-paru. Setelah di paru-paru terdapat pertukaran oksigen dan karbon monoksida, maka darah akan menuju ke serambi kiri untuk di tampung dan di salurkan ke bilik kiri untuk dipompa ke seluruh tubuh melalui aorta.

Bagi pasien jantung bawaan perputaran darah akan mengalami gangguan karena ada struktur jantung yang berbeda, termasuk di dalamnya katup jantung, tiap ruang jantung, arteri, dan penyekat yang memisahkan ruang jantung.

Hingga detik ini masih belum ada penelitian yang memastikan penyebab ketidaksempurnaan pembentukan jantung (Pada Minggu ke-5 kehamilan, dimana proses pembentukan jantung terjadi).

Tetapi, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko Jantung Bawaan, antara lain;

  • GEN

Gen ini sendiri bisa diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua. Penyakit ini dapat dialami anak yang lahir dengan Sindrom.

  • ALKOHOL

Paparan alkohol yang ada pada kosmetik (Pembersih kuku, lem bulu mata) dan mengkonsumsi minuman keras sangat besar potensinya melahirkan bayi yang jantungnya abnormal.

  • OBAT-OBATAN

Obat dengan kandungan Ibuprofen, anti kejang yang di konsumsi tanpa resep dan petunjuk dokter juga bisa membahayakan janin.

  • MEROKOK

60% dari kasus jantung bawaan bayi dipicu oleh kandungan rokok yang mempengaruhi perkembangan janin dalam kandungan ibu.

Demikian beberapa penjelasan dari Penyakit Jantung bawaan. Untuk para ibu hamil, perhatikan apa yang dikonsumsi apakah itu baik bagi janin.